Dorong Kualitas Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Tekankan Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya peningkatan mutu lulusan sekolah kejuruan agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Ia menilai bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki kualitas unggul sehingga dapat langsung terserap oleh dunia kerja. Untuk itu, diperlukan langkah konkret dengan dukungan berbagai pihak terkait guna memastikan peserta didik siap menjawab tantangan dan kebutuhan industri.
Menurut Lestari, upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas para pengajar serta pembaruan fasilitas penunjang pembelajaran di sekolah kejuruan. Guru dan pihak sekolah diharapkan mampu memahami kebutuhan perusahaan di pasar tenaga kerja sehingga bisa mengarahkan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Hal ini tentu memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah demi menciptakan sistem penyaluran kerja yang lebih efektif bagi para lulusan.
Pekan lalu, kolaborasi antar kementerian pun telah digalakkan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kemen P2MI/BP2MI untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dan lulusan SMK. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi di Indonesia, di mana dari 7,5 juta pengangguran, sekitar 3 juta di antaranya merupakan lulusan SMA dan SMK.
Lestari berharap kerja sama lintas sektor ini mampu mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi perubahan kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan kejuruan dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor ketenagakerjaan nasional.